Buking

Cara Bulking yang Benar untuk Orang Kurus Perlu Pakai Suplemen Tidak?

Mempunyai tubuh kurus sering kali membuat frustrasi ketika ingin menambah massa otot. Banyak orang langsung berpikir bahwa suplemen adalah jalan pintas wajib untuk bulking. Namun, sebenarnya, kunci keberhasilan bulking terletak pada fondasi nutrisi harian yang konsisten, bukan sekadar mengandalkan bubuk protein atau creatine.

Bulking yang sehat dimulai dari defisit kalori. Orang kurus umumnya memiliki metabolisme cepat atau asupan kalori harian yang kurang dari kebutuhan tubuh. Langkah pertama adalah menghitung Total Daily Energy Expenditure (TDEE) Anda, lalu tambahkan 300–500 kalori ekstra setiap hari. Fokuslah pada sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, dan oat; protein berkualitas dari telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan; serta lemak sehat dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun.

Apakah suplemen wajib? Jawabannya: tidak selalu. Jika Anda mampu memenuhi kebutuhan protein harian (1,6–2,2 gram per kg berat badan) melalui makanan utuh, suplemen hanya berperan sebagai pelengkap. Protein whey bisa membantu jika Anda kesulitan mengonsumsi cukup protein dari makanan, terutama setelah latihan. Creatine terbukti secara ilmiah meningkatkan kekuatan dan massa otot, tetapi bukan pengganti makanan bergizi. Hindari ketergantungan pada suplemen tanpa memperbaiki pola makan dasar terlebih dahulu.

Latihan beban adalah mitra tak terpisahkan dari bulking. Fokus pada compound movement seperti squat, deadlift, dan bench press yang melibatkan banyak kelompok otot sekaligus. Latihan 3–4 kali seminggu dengan progresi beban bertahap akan merangsang pertumbuhan otot secara optimal. Ingat, otot tumbuh saat beristirahat—bukan di gym. Tidur 7–8 jam per malam dan mengelola stres sama pentingnya dengan asupan kalori.

Konsistensi adalah raja dalam proses bulking. Orang kurus sering ingin hasil instan, padahal penambahan massa otot yang sehat hanya sekitar 0,25–0,5 kg per minggu. Catat progres makanan dan latihan Anda untuk memastikan peningkatan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan kesehatan dan nutrisi yang bertanggung jawab, Anda dapat mengunjungi https://harberthouse.net/POLICIES.html.

Intinya: suplemen bersifat opsional, bukan wajib. Prioritaskan makanan utuh, latihan terstruktur, dan istirahat cukup. Dengan pendekatan holistik ini, tubuh kurus pun bisa bertransformasi menjadi lebih berisi dan berotot secara alami—tanpa ketergantungan pada pil atau serbuk ajaib.